Three Bears Full House

August 6th, 2007 by meilantika

Akhir2 ini Zetha sukaa banget ma lagu three bears nya Han Jie Eun. Mungkin karna Ztha (huekss…emaknya kali, Ztha kan cuma ikut2an ajaa..hahaaa) juga ga bosen2nya nonton Full House…diputer puter terussss. every night euy!~
Trus, searching liriknya biar ga bego2 amat klo ntar musti nyanyiin depan Ztha..hahaa

Temuannya adalaa…

浪 慢 滿 屋 3 隻 小 熊 歌 詞: whistle.gif
gong xi ma ni ga .han ji bai i sou .

三只熊生活在一起

a ba gu ou ma gu ai gi gu

熊爸爸 熊妈妈 熊宝宝

a ba gu men du du ai

熊爸爸胖胖的

ou ma gu men nan xi mai

熊妈妈却苗条

ai gi gu men na bu i ya wa

熊宝宝好可爱

wu su wu su cha lan da

Becak Becak Coba Bawa Saya..

May 23rd, 2007 by meilantika

Eman2 kita, kadeudeuh kita, kanyaah kita lagi demen2nya nyanyi Hai Becak-nya Ibu Sud tercinta.
Lagu yg simple tapi bermakna, lagu jaman kecilku dulu juga, mengingatkan betapa bahagianya kita waktu kecil…

Saya mau tamasya, berkeliling-keliling kota
hendak melihat-lihat keramaian yang ada
Saya panggilkan becak, kereta tak berkuda
becak becak coba bawa saya

Saya duduk sendiri sambil mengangkat kaki
melihat dengan asyik, ke kanan dan ke kiri
lihat becakku lari, bagaikan tak berhenti
becak becak jalan hati-hati

Nahhh, critanya Zetha dah hafal lagu itu, tapi maleum tadi waktu dia nyanyiin lagu itu tiba2 dia berhenti setelah menyanyikan bait Saya duduk sendiri sambil mengangkat kaki

Zetha : Nda-nya mana? *pikirnya, ko dia duduk sendiri gitu padahal kan kliling2 kota*
Nda    : *nahan tawa n sejenak mikir* "lagi nyuci!~" (sekenanya, takut kelamaan mikir dibilang bloon ma eman2ku…wakakaaa)
Zetha : "Ayahnya?"
Nda    : " masih di kantor…:D"
Zetha : "kan Zetha ga bole maen sendiri…" (kita memang suka melarangnya maen sendiri, menghindari hal2 yg tidak diinginkan dijaman skr ini)
Nda    : #^*%#!#^

lagi2 saya ga bisa jawap, padahal pertanyaan yg meluncur dr mulut kancingnya kan simple banget…aduh neng, Nda mu ini ga nyadar juga klo kamu tuh tambah gede n banyak nanya. Ngingetin Nda dan Ayah untuk terus belajar belajar n belajar yaa…

Terima kasih Ibu Sud yg sudah menciptakan lagu itu dengan penuh kasih sayang hingga menghiasi dunia kecilku dulu dan dunia si mungilku sekarang.
Terima kasih karna lagu itu mengingatkanku untuk terus sebagai orang tua agar kelak dia bisa tumbuh shalehah, arif dan cerdas. Amin


Tak mungkin malam selamanya gelap

April 11th, 2007 by meilantika

Dari Mba Ilfi. Makasi Mba…

 

Kemaren malam, saya dicurhati
sahabat saya. Untuk kesekian kalinya dia curhat tentang masalah yang sama. Dia
mengeluh, karena dalam kehidupan perkawinannya, dia merasa sudah tidak ada lagi
getar-getar dan bunga-bunga cinta. Intinya, selama menikah, dia selalu merasa
diperlakukan tidak adil dan selalu tersakiti, bukan secara fisik, melainkan
batin.

Heran saya, padahal dia nikah atas
dasar cinta dan masa pacaran yang cukup lama. Secara kasat mata, seharusnya dia
akan selalu bahagia dan menikmati kehidupan bersama sang tercinta, tapi
ternyata sebaliknya. Hmmm… ternyata hidup tak selamanya sesuai rencana. Kata
orang, cinta bukanlah apa yang kita temukan, tapi apa yang kita lakukan.

Waktu saya sekolah di pesantren
dulu, ada pepatah Arab yang mengatakan : baytu abi khoirun min baytik. Tadinya
saya percaya gag percaya, tapi setelah mengarungi hidup sekian lama dan
mengalami berbagai masalah, apalagi saya selalu dijadikan shoulder to cry on
oleh kawan, sahabat, teman, kerabat, akhirnya saya percaya akan makna dari
kata-kata tersebut yang ternyata dalem banget.

Sebenernya, kalo dirasa-rasa, hidup
ini indah lho.

Ada

suka, duka, canda, tawa, sedih, gembira, sakit hati, salah faham, iri, dengki
dan sebagainya. Tergantung bagaimana kita mengatur dan menempatkan berbagai
persoalan tersebut sehingga semuanya bukan merupakan sebuah beban.

Saya bilang sama sahabat saya tadi,
hidup yang di jalani anggap saja seolah-olah kita sedang membuat suatu riset,
dimana ditemukan suatu persoalan, tercipta konflik, mencerna permasalahan
tersebut kemudian mencari jalan keluar yang akhirnya menjadi win-win solution.
Beres

kan

Menurut saya, sekarang tinggal
pinter-pinternya kita memenej suatu persoalan. Kalo merasa tersakiti, bagaimana
cara mengolah rasa sakit itu menjadi sebuah kenikmatan. Memang sih membutuhkan
kejelian yang sangat dan ketelitian tingkat tinggi untuk menjalankannya. Saya
juga bilang, bagaimana sebaiknya menjalani hidup tanpa merasakan suatu beban
yang berat. Kok bisa?, kembali lagi ke diri kita, cara pandang kita terhadap
suatu persoalan hidup, mestinya harus dirubah dulu. Kalo hidup ini dirasakan
berat, jangan putus asa.

Saya jadi teringat masa pacaran
dulu. Walaupun amat sangat singkat sekali, tapi rasanya seperti melayang, saya tidak
pernah merasa lapar dan sering lupa makan. Rambut saya selalu bersinar, kulit
bersih dan saya selalu sabar, hangat dan senantiasa ceria. Ketika sedang
berjauhan, saya selalu teringat padanya setiap saat dan merasa sangat
menderita, sampai kami bisa bersama-sama lagi walau kadang hanya dua-tiga jam.
Hidup terasa indah dan waktu berlalu sangat cepat, saat-saat menunggu telepon
berdering, mendengar ia mengetuk pintu atau saat tangan kami bersentuhan secara
tak sengaja… ehm
J

Tapi sekarang, laki-laki yang sama
ini hanya akan memberi kado ulang tahun saya ketika saya minta. Dia jarang
mengunci kantor yang didalamnya terdapat barang-barang berharga. Dia juga susah
sekali diminta untuk mengantar saya shopping di mall. Dia juga sering melarang
saya makan coklat kesukaan saya dan dia juga selalu lupa untuk mengembalikan
barang-barang pada tempatnya.

Tapi… dia juga laki-laki yang, pada
saat saya hendak berdiet, berkata “buat apa?, kau tetap cantik dimataku”. Dia
juga suka bangun pada malam-malam dingin untuk menyelimuti saya karena dia selalu
tau kalau saya kedinginan. Dia juga mengatakan “akulah yang nanti mendekapmu
erat, saat kau berfiki

leungiteun

January 31st, 2007 by meilantika

kamana panutan abdi nu sok biasa sumping

kamana panutan rasa nu sok leket ngariksa

tara-tara tisasari abdi ngaraos sepi

teu aya keur pakumaha, keur batur suka-suka

ieu abdi leungiteun mondok ge tara tibra

ieu abdi leungiteun neda tara mirasa

kamana panutan abdi nu sok biasa
sumping
kamana panutan rasa nu sok leket ngariksa

Ikhlas Tapi Jauh

January 23rd, 2007 by meilantika

by ZAINAL ABIDIN

Bila bila kiranya diriku perlu

Hari yang murung

Terdengar nada yang riang ria

Sekali suara meyakinkan jiwa

Kaku langkah mengaguminya

Kaku menerimanya

Selagi bahuku
Memikul bebannya

Selagi hayatku
Merasa siksamu

Selama senyuman
Menjadi senyumku

Ku bawa wajahmu

Walau diriku jauh ..

Jauh ..

Bila bila kiranya diriku perlu

Hari yang murung

Terdengar nada yang riang

We are so young and free

Full of desire, flying higher and higher
Oooh .. feel so strong ..

Selagi bahuku
Memikul bebannya

Selagi hayatku
Merasa siksamu

Selama senyuman
Menjadi senyumku

Ku bawa wajahmu

Walau diriku jauh ..

Jauh ..

Selagi bahuku
Memikul bebannya

Selagi hayatku
Merasa siksamu

Selama senyuman
Menjadi senyumku

Ku bawa wajahmu

Walau diriku jauh ..

Jauh ..

Razetha 3rd B’DaY

October 31st, 2006 by meilantika

Cantik_kan
lucu dech zetha ini *klo buat kita palingg lucu dee narsis woahahaaa…ko keknya dia tau gitu klo bentar lagi tu dia ulang tahun, padahal waktu itu masi sekitar sebulanan lagi loo. tiap ada temennya, mo itu yg udah gedean ato yg masi cuilik diundang dateng ke "pesta ulang tahun" hayalannya…kita denger sendiri lo cara dia ngundang..hihiii

"dateng yaa, ntar zetha mo ulang taun di mekdi (McD)"

oh no…pas hari ulang tahun zetha kita gi siap2 mo pergi ke lampung..tempat mbah putri n kakung tercinta..lagi pakepuk peking de el el…ngebayangin sambil rayain ultah zetha yg sederhana seperti biasanya -beli kue ulang tahun, berdoa bertiga n bagi2 kue ke temen2 deketnya- aja udah ga sanggup, apalagi "perayaan".

"waduh sayang, nanti dulu ya nak…kita kan mau ke mbah, tahun depan aja ya sayang."
"he eh" hanya bilang begitu sambil tetep we ngundangin temen2nya.

mau ga mau jadi pembicaraan keluarga serius ni…zetha keknya dah ngerti pen ulang tahun seperti temen2nya yg mengundangnya ke perayaan ulang tahun mereka.
"OK!~" akhirnya kita sepakat mengabulkan keinginan terpendam berlian hati kami..alaah…

soooo….setelah musyawarah untuk mufakat, akhirnya kita tentukan harinya tgl 31 Okt aja…soalnyaaaa kita baru pulang dari lampung kan tgl 29, tgl 30 istirahat n siap2 trus kan masi cuti, tgl 31 tambahan cuti pribadi…hahaaa.
trussss…karna mepetnya waktu, akhirnya kita milih mcd b’day organizer aja walopun pen nya si nyiapin sendiri gitu biar lebih afdol…cuman yah waktu belum mengijinkan gitu sodarah…
trusss…kita juga ga pen rayain ultah zetha terus menerus, pemborosan n kita rasa kurang bermanfaat ato malah tidak bermanfaat sama sekali.
brubung zetha masi kecil n blom mo ngerti, jadi untuk sekali ini kita ikutin :)

My_3rd_bday

Alhamdulillah acaranya lancarrr…hampir semuah undangan hadir, klo ga sala cuma 1 orang undangan yg ga dateng -eh betewe, tante nat napah ga dateng ya-…dannn sekalian silaturahmi, saling maaf2an karna masih dalam udara Idul Fitri yang kami sangat kental kami rasakan hari itu.

 

seneng juga liat anak kecil pada ngumpul n yg terutama legaa banget bisa bikin zetha hari itu merasa miliknya (paling penting)…pede bgt…zetha nyanyi…zetha nari…zetha maen…feel great…hepiiii banget pokonya, dari dimandiin, bersolek sekedarnya ampe pulang acara rautnya selalu hepi. :)

makasi ya buat temen2 yg nyempetin hadir, bedoa buat zetha, nyempetin waktu buat ngasi kenangan buat zetha. hatur nuhunn banget.

untuk yang ga keundang…mohon maaf, karna memang waktunya mepet n undangannya ga banyak.

 

Aku…

October 11th, 2006 by meilantika

Lelah karna selalu tidak dipercaya oleh orang yang seharusnya memberikan kepercayaan penuh padaku…menumpuk, menggumpal, hanya berharap tidak meledak.

I Cried Because Of This

October 1st, 2006 by meilantika

When you were 8 years old, your mom handed you an ice cream.

You thanked her by dripping it all over your lap.

When you were 9 years old, she paid for pianolessons.

You thanked her by never even bothering to practice.

When you were 10 years old she drove you all day, from soccer to football to one  birthday party after another.

You thanked her by jumping out of the car and never  looking back.

When you were 11 years old, she took you and your friends to the movies.

You thanked her by asking to sit in a different row.

When you were 12 years old, she warned you not to watch certain TV shows.

You thanked her by waiting until she left the house.

When you were 13, she suggested a haircut that was becoming.

You thanked her by telling her she had no taste.

When you were 14, she paid for a month away at summer camp.

You thanked her by forgetting to write a single letter.

When you were 15, she came home from work, looking for a hug.

You thanked her by having your bedroom door locked.

When you were 16, she taught you how to drive her car.

You thanked her by taking it every chance you could.

When you were 17, she was expecting an important call.
You thanked her by being on the phone all night.

When you were 18, she cried at your high school graduation.

You thanked her by staying out partying until dawn.

When you were 19, she paid for your college tuition, drove you to campus carried your  bags.

You thanked her by saying good-bye outside the dorm so you wouldn’t be embarrassed in   front of your friends.

When you were 25, she helped to pay for your wedding, and she cried and told you how deeply she loved you.

You thanked her by moving halfway across the country.

When you were 50, she fell ill and needed you to take care of her.

You thanked her by reading about the burden parents become to their children.

And then, one day, she quietly died. And everything you never did came crashing down  like thunder on YOUR HEART..

If you love your MOM & you thank her deeply, repost
this bulletin saying "I Cried Because Of This"

If you don’t… then you obviously don’t care if your mom dies.

Orang Brengsek Guru Sejati

August 10th, 2006 by meilantika

Oleh : Gede Prama

Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat
senang mengundang saya untuk menyampaikan presentasi
dengan judul "Dealing With Difficult People".

Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang
demikian tertarik dan tekunnya mendengar ocehan saya.
Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan niat untuk
sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia
sulit seperti keras kepala, suka menghina, menang
sendiri, tidak mau kerja sama, dll.

Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali
untuk membuat manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal
jelas, mereka yang datang menemui saya menganggap
dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar
sana sebagian adalah manusia sulit.

Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara
mereka sendiri untuk memecahkan persoalan
kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan
perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan
perilaku mereka; seperti keras kepala, menang sendiri,
dll dan
kemudian saya tanya apakah itu termasuk perilaku
manusia sulit, sebagian dari mereka hanya tersenyum
kecut.

Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan
untuk membersihkan kaca mata terlebih dahulu,sebelum
melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena kita
tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun
kelihatan kotor.

Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit,
yakinlah kalau bukan Anda sendiri yang sulit.

Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda
pendapat sedikit saja pun jadi sulit. Karena Anda amat
mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum
sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.

Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh
dibicarakan dalam keadaan kaca mata bersih dan bening.
Setelah itu, saya ingin mengajak Anda masuk ke dalam
sebuah pemahaman tentang manusia sulit.

Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui
dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik
kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit.
Terutama karena beberapa alasan.

Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita
dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka.
Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan
pendapat, ia mau menang sendiri.

Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia
malah mencaci dan menghina orang lain.

Semakin sering
kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita
sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku
sejelek dan sebrengsek itu.

Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya
yang amat kasar dan suka menghina dulu. Sebab, dari
sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan
putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang,
bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka
menghina, menjadi inspirasi yang amat membantu
pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah
merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya
dihina anak kecil.

Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner
dalam membuat kita jadi orang sabar. Sebagaimana
sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti
karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering
ditarik maka ia akan longgar juga. Dengan demikian,
semakin sering kita dibuat panas kepala, mengurut-urut
dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super
sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini (
baca : tubuh dan jiwa ini ) menjadi lebih longgar (
sabar ).
Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang
tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin
mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki
bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh
ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi
kebal.

Seorang anggota keluarga yang mengenal latar belakang
masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya
menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya
itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.

Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi
pemimpin jempolan. Semakin sering dan semakin banyak
kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan
menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan
daya kontribusinya. Saya tidak mengecilkan peran
sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan
dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat
banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan. Rekan
saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama
oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan
diktator.

Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang
memproduksi kita menjadi orang dewasa. Lihat saja,
berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita
memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu
dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu
membuat kita berefleksi, betapa tidak
enaknya dihina orang lain.

Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif
manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita
jadi hebat. Di masa kecil, saya termasuk orang yang
dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab,
hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar
dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya
bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar
dan hebatnya diri ini rasanya, kalau berhasil membantu
orang yang tadinya menghina kita.

Note: keren banget ni…dapet forwad dari mas ucup..thx yaa :), semoga bermanfaat

“ga penting ??”

August 10th, 2006 by meilantika

hari ini semanget kerja temen2 kerja sekantor semuanya turun..tidak terkecuali saya tentunya.
hanya diem…ngaharuleng…klo kata orang gaol si melakukan sesuatu yg ga penting, yg menurut saya si sebuah kesombongan jika seseorang udah mengatakan hal itu.

ga penting buat dia tp penting buat orang lain kok ribut yaa…tanya kenapa?

sesuatu yg ga penting itu akan memberi makna sesuatu menjadi penting, so intinya…ga ada yg ga penting..ner teu? :D